Thursday, August 30, 2012

Rahasia harta si kaya dan si miskin

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pekerja yang mempunyai gaji teratur setiap bulan dengan jumlah yang relatif besar, tetapi setiap akhir bulan pula selalu mengeluh kehabisan uang. Ada pula pekerja yang mempunyai gaji yang jumlahnya relatif sama atau bahkan lebih kecil, namun dapat mencukupi pengeluarannya dengan mudah. Untuk mengetahui penyebabnya, ikutilah kisah di bawah ini.
Ada dua orang sahabat yang mempunyai banyak kesamaan, sebut saja namanya Robby dan Riba (bukan nama sebenarnya). Keduanya memiliki usia yang relatif sama dan memulai kerja dalam waktu yang relatif bersamaan pula. Kedua orang tersebut bekerja, menapaki karier demi karier dan menduduki jabatan-jabatan yang relatif sejajar. Persamaan-persamaan keduanya menyebabkan gaji yang diterima keduanya juga relatif sama, namun mengapa Robby dikenal sebagai pekerja kaya, sedangkan Riba disebut sebagai pekerja miskin?
Dalam kesehariannya, Robby terlihat tenang-tenang saja menjalani kehidupannya, termasuk dalam urusan uang. Orang-orang menilainya sebagai pekerja yang sukses. Dia menjalani hari-harinya dengan santai, bahkan semakin  lama semakin rileks saja hidupnya. Penghasilan yang diperoleh Robby ternyata bukan hanya dari gaji yang diterimanya semata, namun didapat pula dari sumber penghasilan tambahan di luar gaji.
Apa yang dialami Riba terlihat begitu kontras dengan kondisi Robby. Setiap awal bulan Riba terlihat ceria dan mengajak seluruh keluarganya bepergian ke tempat-tempat tertentu, juga berbelanja apa yang diinginkannya. Namun pada pertengahan bulan, dia mulai membunyikan tanda bahaya kepada seluruh keluarganya agar uangnya cukup untuk memenuhi pengeluaran sampai akhir bulan.
Pada akhir bulan, terkadang penghasilannya cukup untuk memenuhi seluruh pengeluarannya, bahkan bisa menyisakan sedikit penghasilannya untuk ditabung. Tidak jarang pula, penghasilan yang diperoleh tidak mencukupi dan harus mengambil simpanan yang dimilikinya. Dia harus bersusah payah memenuhi semua pengeluarannya dan  hanya mengandalkan gaji bulanan tanpa mendapatkan tambahan penghasilan dari manapun.
Kisah yang dilakoni oleh Robby dan Riba  memberikan gambaran yang jelas bahwa gaji yang teratur dan jumlahnya relatif sama besar tidak mengakibatkan penampilan keduanya menjadi sama. Penampilan keduanya berbeda karena Robby menghimpun harta-harta produktif sebagai sumber penghasilan tambahan, sedangkan Riba justru mengedepankan harta-harta  yang sifatnya konsumtif.
Harta produktif adalah harta yang mendatangkan penghasilan secara rutin dan terus menerus atau harta yang mempunyai harga lebih tinggi ketika harta tersebut dijual kembali. Harta konsumtif adalah harta yang tidak mendatangkan pemasukan kepada pemiliknya, bahkan menimbulkan pengeluaran tambahan dalam bentuk biaya operasional dan pemeliharaannya.
Awalnya, setiap menerima gaji Robby selalu menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai tabungan. Tabungan tersebut diambil dimuka, kemudian barulah uang gajinya didistribusikan untuk membiayai keperluan lainnya. Dengan cara seperti ini dipastikan dia mempunyai sejumlah tabungan sebagai dana cadangan dan dapat memiliki harta-harta yang sifatnya produktif.
Target awal yang dicapai Robby adalah menghimpun dana cadangan yang akan digunakan sebagai proteksi terhadap kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terkena PHK, perusahaan tempat kerjanya bangkrut, dan sebagainya. Dana cadangan yang  dimilikinya adalah sebesar 6 s/d 12 kali pengeluaran per bulannya.
Setelah target awal tercapai, Robby terus menyisihkan sebagian gaji yang diterimanya setiap bulan sehingga dana yang dihimpunnya mencapai jumlah tertentu. Dana tersebut kemudian dipergunakan untuk membeli harta-harta yang sifatnya produktif satu demi satu.
Langkah pertama yang dilakukan Robby adalah membeli rumah milik tetangganya yang sedang membutuhkan uang dan karena sedang membutuhkan uang, sehingga rumah tersebut dibelinya dengan harga yang relatif murah. Rumah tersebut kemudian disewakan dan menjadi sumber penghasilan tambahan.  Selanjutnya, dia juga membeli harta-harta produktif  lainnya seperti tanah, kebun, ruko, mobil, dan sebagainya.
Robby membeli harta produktif lainya yang berupa produk investasi seperti deposito, asuransi investasi, emas, valuta asing dan sebagainya. Dia juga menitipkan simpanannya dalam usaha milik orang lain sehingga setiap bulan mendapatkan keuntungan dalam bentuk bagi hasil. Ketika mendapat peluang atau harga bagus dia menjual harta-harta produktif yang dimilikinya untuk menangguk laba. Hasil penjualan dan keuntungannya  kemudian dibelikan harta-harta produktif  lainnya sehingga pundi-pundi penghasilannya makin bertambah.
Robby melakukan pembelian-pembelian dengan cara mengangsur (credit) dan sebagian lainnya dilakukan secara kontan (cash). Dia menggunakan simpanan yang dimilikinya sebagai uang muka (down payment)  dan  mengajukan aplikasi kredit ke bank untuk pelunasannya. Untuk membayar angsuran bank,  dia mengusahakan agar uang sewanya melebihi angsuran ke bank. Dengan cara seperti ini, ada dana lebih yang digunakan untuk keperluan operasional dan investasi.
Apa yang dilakukan Robby banyak yang tidak dilakukan oleh Riba. Kalau Robby mempunyai tabungan dimuka sehingga jelas hasilnya, sedangkan Riba menabung dari sisa pengeluaranya yang belum tentu ada kelebihannya.
Robby mempunyai tabungan dengan target yang jelas yakni untuk dana cadangan dan dana pembelian barang-barang produktif sehingga uangnya makin bertambah banyak. Riba memiliki tabungan untuk memenuhi pengeluaran konsumtif belaka dan jika pada suatu waktu pengeluarannya melebihi dari biasanya tabungannya pun digunakan dan tidak bisa berkembang.
Begitu dana tabungannya mencukupi, Robby mempergunakannya untuk membeli rumah sewa sehingga mendatangkan penghasilan tambahan. Riba justru menggunakannya untuk memperbaiki rumah lamanya atau merenovasi rumahnya agar lebih besar dan mewah. Robby mendapatkan uang sewa sebagai penghasilan tambahan, sedangkan Riba semakin besar pengeluarnya untuk pemeliharaan rumahnya yang semakin megah.
Pengeluaran-pengeluaran Robby dan Riba sangat jauh berbeda. Robby menggunakannya untuk mendapatkan harta-harta yang produktif, tidak demikian dengan Riba. Riba gemar membeli barang-barang yang tidak menghasilkan apa-apa. Alih-alih mendatangkan penghasilan tambahan, barang-barang yang dimilikinya justru menghasilkan pengeluaran tambahan yang tidak perlu.

Itulah rahasia kecil yang membuat keduanya berbeda!!!

sumber : http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id

Saturday, January 15, 2011

Mau Kaya

Mau Kaya Raya ? Jadilah Pengusaha


Menurut buku Higway To Success. Andre Ho 2002, berdasarkan penelitian ada berbagia cara orang mengumpulkan kekayaan. Persentase perolehan itu tercatat :
1% : Dengan menjadi atlet , artis/aktor, penjudi.
5% : Dengan menjadi salesman hebat
10% : Dengan menjadi CEO
10 % : Dengan menjadi Pengacara , dokter, dan Ahli profesional suksess
74 % : Dengan menjadi pengusaha

Dari hasil kajian tersebut, jelas terbukti bahwa berbisnis merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan peluang kekayaan.
Itu juga ingin diungkap tentang teladan ummat , Nabi SAW.
Melalui contoh konkrit , beliau tunjukkan bukti riil dirinya mampu menjadi orang kayaraya sejak muda, Nabi SAW secara eksplisit dan implisit menyebutkan 90 % Rizqi Allah SWT ada di perniagaan. Oleh karena itu , alangkah ironisnya bila anda berharap siang malam berdoa minta rizqi banyak, namun takut-takut terjun dalam bisnis.
itulah fakta tentang kesuksesan

Sumber : Muda kaya Raya Mati Masuk Surga (Hasyim Abdullah)

Thursday, April 30, 2009

Penataan Bibit

Bibit Baru ini datang tanggal 20 April 2009 sebanyak 3000an.
Untuk menata jamur tersebut kerak membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Inilah pengalaman pertama menata baglog jamur yang begitu banyaknya.
Bibit sampai rumah sekitar pukul 13.30 selanjutnya diturunkan dari truk sampai dengan jam 16.30 dengan 4 tenaga tetapi yang dua "nyambi" menata pada rak di dalam kumbung.
Proses menurunkan bibit ini dalam cuaca hujan (kita basah kuyup coy) sehingga agak lambat prosesnya. Akhirnya saat adzan maghrib berkumandang proses menurunkan dan menata baglog jamur tersebut dihentikan dan baru selesai separo..
Penataan Baglog jamur dilanjutkan ke esokan harinya sampai sktr pukul satu siang..
Hasil penataan seperti foto diatas. Dari sembilan rak yang terisi baru enam rak..Makanya sekarang ini kami pesan lagi untuk mengisi rak yang masih kosong.
Untuk bibit yang pertama ni akan mulai panan sekitar awal mei..So kami mulai gencar cari pasar baru..Critane ekpansi kepasar kota kie..

Doakan Pren.
SemaNgat..!!!

Move On Agro
Simple Make The Best

Thursday, April 16, 2009

Pembangunan Kumbung Jamur

Proses Pembangunan Kumbung Jamur




Tahap Pertama pembangunan Kumbung

Persiapan Tempat dan pengukuran kayu serta Persiapan peletakan Pondasi






Tahap kedua
pada Tahap in pondasi sudah jadi selanjutnya pemasangan tiang-tiang kumbung jamur dan pemasangan balok2 kayu







Tahap ketiga
Pada tahap ini gedek mulai terpasang walaupun belum 100 %
Tinggal merapikan infrastruktur yang ada dan pembuatan rak jamur



Tahap Finishing
Tahap in pembagnuna kumbung dah jadi rak dan lampu2 dah terpasang..
Tinggal menunggu datangnya bibit (20 April 09)




SEMANGAT..

Doanya Pren..

Move On Agro
Simple Make The Best

Team Pembangunan Kumbung


Ini adalah team pembuatan kumbung jamur move on agro
Pembangunan ini dilaksanakan dalam waktu sekitar 15 hari.
dikerjakan oleh 5 orang.

Ketua team : Lek Mardani (Timbul) seorang tukang muda yang sudah malang melintang didunia bangunan..baik sebaik tukang batu maupun tukang kayu..beliau lah perancang bangunannya..
Wakil Ketua : Mas Aris seorang s tukang juga tp msh menjadi bawahan lek timbul..beliau adalah orang yg ulet dan sering memberi ide 2 cemerlang pd atasannya..he..he..
Selanjutnya adalah anggota team adalh pakdhe pur seorang pekerja keras yang senior yg sering memberi wejangan dengan pengalaman2 pengalamn beliau..
Dan yang terakhir adalah seksi Ubet kang sidiq..ini ilah orang yang ditunjuk sebagai orang mubeng2 cari bhn2 bangunan..selain itu jg ditunjuk sebaagai org yg ubet cari dana..he.he..

Begitulah profile orang2 yg berperan dalam pembangunan kumbung..selain itu ada beberapa org yg belum ditampilkan pd blog ini seper lek sukar sama lek dalno..
thnks 4 all

Wednesday, March 18, 2009

Move On Agro

Move On (M_O) Agro saat ini mempunyai usaha dalam bidang per-jamuran yang sudah dirintis selama 1 tahun. Tujuan awal dibuat usaha ini agar dapat menyerap tenaga kerja produktif disekitar yang belum dimanfaatkan secara maksimal, selain itu infaq dari usaha ini dapat digunakan untuk menghidupkan kembali Kegiatan Remaja Masjid dan TPA Masjid Baiturrahman.
Dalam perjalanan 1 tahun ini banyak sekali pelajaran yang didapatkan.
Untuk Saat ini M_O Agro fokus dalam pembesaran Jamur Tiram belum dalam tahap pembuatan media dan pembibitan.
Seiring berjalannya waktu M_O Agro mulai berani mencari investor dari luar (walaupun masih kalangan temen kampus).
Alhamdulillah Respon dari temen- teman investor itu sangat baik sekali.Karena respon dari investor baik maka M_O Agro berencana membangun kumbung jamur baru yang letaknya dekat dengan kumbung jamur yang ada (tepatnya disebelah utara). Dalam bulan Maret ini kumbung Jamur akan mulai dibangun.
Semoga Amanah ini dapat dijalan kan..Amin.

MO AGRO
simple make the best

Thursday, February 5, 2009

About Jamur Tiram

Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan jamur konsumsi termasuk kedalam Klas Bosidiomycetes. Spesies jamur tiram, Pleurotus ostreatus selain dapat dikonsumsi juga bernilai ekonomi tinggi. Selain itu masih banyak species jamur tiram lainnya dari Genus Pleurotus yang telah dibudidayakan antara lain Pleurotus umbellatus, P. flabellatus, P. dryngeus, P. sajor caju, P. iringii, P. abalonus. Jamur tiram yang banyak dikenal oleh petani jamur Indonesia secara umum antara lain : Tiram putih (Pleurotus ostreatus), jenis ini memiliki tangkai bercabang. Disebut jamur tiram putih karena jamur ini memang berwarna putih, tudungnya bulat 3-15 cm. Tiram abu-abu (Pleurotus cystidius), jenis jamur ini tangkainya tidak bercabang, tudung bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya mempunyai rasa manis. Tiram raja (Pleurotus umbellatus), atau King oyster tidak bercabang, tudung besar berwarna kecoklat-coklatan dan pecah-pecah bagian pinggirnya.
Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basah. Berarti proteinnya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram kandungan proteinnya adalah 19-35%, sementara beras 7,3%, gandum 13,2%, kedelai 39,1% dan susu sapi 25,2%. Jamur tiram juga mengandung sembilan asam-asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin. Kandungan lemak jamur tiram setidaknya 72% dari total asam-asam lemaknya adalah asam lemak tidak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok vitamin B, vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Kandungan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol)-nya cukup tinggi. Jamur merupakan sumber mineral yang baik, Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Namun, jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70 persen dari total abu, dengan kandungan kalium sangat tinggi mencapai 45 persen. Menurut Chang dan Miles kandungan logam berat itu masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Oleh karena itu jamur tiram sebagai sayuran adalah aman dikonsumsi setiap hari, sumber yang baik untuk asam-asam amino yang diperlukan dalam membentuk protein dalam tubuh, sumber yang baik untuk vitamin terutama vitamin B1, B2 dan provitamin D2, dan sumber mineral terutama kalium dan fosfor.
Jamur tiram bisa hidup pada daerah yang bersuhu antara 10 s/d 32 oC. Artinya bila suhu <10 oC jamur tiram tumbuh kurang baik demikian pula apabila >32oC. Adapun pertumbuhan optimum jamur tiram adalah pada suhu 25-26 oC. Secara alamiah di Indonesia daerah yang mempunyai suhu 25-26 oC terdapat pada daerah dataran tinggi kira-kira pada ketinggian 500-1000 m dpl.
BPPT dalam pelaksanaan kegiatan IPTEKDA bekerjasama dengan PT. Tata Agro Nusantara Indah (TANI) membuat unit pilot percontohan budidaya produksi jamur tiram di Kabupaten Subang Jawa Barat. Kabupaten Subang dengan ketinggian 600 m dpl. dengan suhu rata-rata 24oC potensial untuk usaha budidaya jamur tiram. Menurut catatan TANI tahun 2001 bahwa dari hasil uji coba produksi jamur tiram di Karawang yang mempunyai suhu rata-rata 30 oC menunjukkan bahwa dari bibit dalam log berat 1 kg, dapat dipanen jamur 1-1,5 kg/log dari kemungkinan 1,5-2,0 kg jamur/log. Biasanya jamur tiram yang ditanam di dataran tinggi memiliki tudung lebih lebar dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah.

Jamur Tiram

Jamur Tiram

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau jamur tiram putih adalah jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem.

Tubuh buah memiliki batang yang berada di pinggir (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii atau King Oyster Mushroom.

Tubuh buah mempunyai tudung yang berubah dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih dengan permukaan yang hampir licin dengan diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselium berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat.

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang.

Pembudidayaan jamur tiram biasanya dilakukan dengan media tanam serbuk gergaji.

Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin.

Jamur tiram diketahui membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukan untuk memperoleh nitrogen.


Sumber Wikimedia

Friday, January 16, 2009

Agribusiness

In agriculture, agribusiness is a generic term that refers to the various businesses involved in food production, including farming and contract farming, seed supply, agrichemicals, farm machinery, wholesale and distribution, processing, marketing, and retail sales. The term has two distinctly different connotations depending on context.
Within the agriculture industry, agribusiness is widely used simply as a convenient portmanteau of agriculture and business, referring to the range of activities and disciplines encompassed by modern food production. There are academic degrees in and departments of agribusiness, agribusiness trade associations, agribusiness publications, and so forth, worldwide. Here, the term is only descriptive, and is synonymous in the broadest sense with food industry.
Among critics of large-scale, industrialized, vertically integrated food production, the term agribusiness is used as a negative, synonymous with corporate farming. As such, it is often contrasted with family farm. Some negative connotation is also derived from the negative associations of "business" and "corporation" from critics of capitalism or corporate excess.
An example of an agribusiness was the Old North State Winegrowers Cooperative in North Carolina. Wine grape farmers came together to not only sell their grapes but to share a winery, winemaker and marketing brand together. The cooperative failed in 2006, three years after opening its winery. [1] [2]
Many progressive agribusinesses are now operating online businesses. Rising fuel costs are increasingly adding financial burdens on the day to day running of agricultural companies. An example of an online agribusiness is FarmingPages.com[1].